Logo

Loading...

Wisuda PP. An - Najiyah 2 Bahrul Ulum Tambakberas Jombang : Momen Menjadi Kader Masyayikh

16 May 2026
Santri An Najiyah
95 Dilihat
Berita

Momen Foto Mutakhorijin PP. An Najiyah 2 Bersama Pengasuh

Jombang — Pondok Pesantren An Najiyah 2 & Ummuzainab An Najiyah 2 Bahrul Ulum Tambakberas Jombang menyelenggarakan Haflatul Wada’ dan Wisuda Santri Tahun 2026 di halaman PP. An Najiyah 2 pada Sabtu (16/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penuh khidmat bagi seluruh santriwan dan santriwati yang telah menuntaskan masa studinya di pesantren.

Dalam prosesi wisuda tersebut, sebanyak 47 mutakhorijin dan 21 mutakhorijat resmi diwisuda. Momentum ini turut dihadiri oleh para masyayikh dan keluarga ndalem PP. An Najiyah 2, di antaranya Ny. Hj. Nurfiatin Amanullah, KH. M. Salman Alfaries, Ny. Hj. Nanik Zahirah, Agus Abdullah Muflih Rojabi, serta Ning Intan Arrahbini. Hadir pula Agus Dr. Ahmad Kafabihi dan Ning Sheila Hasina dari Pondok Pesantren Lirboyo.

Dalam sambutannya, KH. M. Salman Alfaries menyampaikan rasa syukur sekaligus permohonan maaf kepada seluruh wali santri atas segala kekurangan selama proses pendidikan dan pengabdian di pesantren. Dengan penuh ketulusan, beliau menyampaikan pesan yang menyentuh:

“ Kami sudah mempersembahkan umur kami hanya untuk ngaji, duduk bersila, tidak pergi ke mana-mana, hanya untuk istiqamah di pondok pesantren.”

Ungkapan tersebut menjadi gambaran tentang dedikasi seorang guru pesantren; bagaimana umur, tenaga, dan kehidupannya diwakafkan demi menjaga sanad ilmu, mendidik santri, serta merawat keberlangsungan tradisi keilmuan Islam.

Wisuda ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan penanda lahirnya tanggung jawab baru bagi para mutakhorijin dan mutakhorijat. Bahwa ilmu yang diperoleh di pesantren tidak berhenti di ruang kelas dan majelis, tetapi harus terus hidup di tengah masyarakat melalui dakwah, pengabdian, akhlak, dan keteladanan.

Momentum wisuda ini sekaligus menegaskan komitmen Pondok Pesantren An Najiyah 2 dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual dan keilmuan, tetapi juga kokoh dalam adab, matang dalam spiritualitas, serta memiliki tanggung jawab moral terhadap umat dan bangsa.

Di tengah derasnya perubahan zaman, pesantren tetap berdiri sebagai benteng nilai dan pusat lahirnya kader-kader ilmu yang menjaga tradisi, namun tetap mampu menjawab tantangan masa depan.

Momen Foto Bersama Mutakhorijat bersama Pengasuh

Bagikan

Link disalin!